Pada suatu malam, kura-kura keluar dari rumahnya lalu duduk diatas batu yang ada di samping sungai didekat rumahnya. Lalu sang kura-kura itu pun memainkan serulingnya, jauh diatas pohon, monyet mendengar kura-kura sedang memainkan seruling. Sang monyet pun turun untuk menemui kura-kura, "Hey kura-kura, suara dari seruling mu sangat bagus, apakah aku boleh meminjamnya?" tany monyet. Kura-kura pun menjawab, "Tidak, kau selalu menjahili ku, pasti kamu ingin mencurinya". Monyet pun merayu lagi "ayolah kura-kura, aku hanya ingin memainkan serulisnya disini, sebentar saja".
Kura-kura pun menjawab "Tidak!! Kau pasti hanya ingin mencurinya, lagi pula ini peninggalan kakekku, tidak akan kupinjamkan kepada binatang licik sepertimu!". Lalu kura-kura pun pergi pulang ke rumahnya meninggalkan monyet. Monyet pun kesal karena tidak mendapatkan serulingnya, lalu dia pun menemukan ide. Pada keesokan harinya pun si monyet bertemu lagi dengan kura-kura di hutan, "Hey kura-kura! Apakah aku boleh meminjam seruling mu sekarang? kamu boleh memegang ekor ku supaya aku tidak pergi, aku benar-benar menginginkannya.. maksudku memainkannya.. hehe..". Mendengar kata-kata monyet, kura-kura pun agak curiga, tapi tidak pikir panjang kura-kura pun meminjamkannya kepada monyet dan memegang ekor nya.
"OUCHH!! Jangan memegang ekorku terlalu keras! Aku punya bisul di ekor!", teriak monyet dengan kesakitan, kura-kura pun melemaskan genggaman nya, lalu monyet pun langsung melompat agar bisa kabur dari kura-kura. "Dasar kura-kura bodoh, hahaha sekarang seruling ini punyaku hahaha!". Kura-kura pun berteriak dan menggoncangkan pohon yang diduduki monyet, tapi sayang itu tidak berhasil. Dengan perasaan sedih pun kura-kura kembali ke rumah sedangkan monyet menertawakannya dari belakang.
Besoknya pun kura-kura kembali ke tempat monyet lalu dia membawa sayur kol dengannya, "Hey monyet! Apakah kau mau buah kol ini? rasanya sangat manis dan enak lo, tapi kamu harus menukarnya dengan serulingku!". Monyet pun bangun dan turun menemui kura-kura, dia tidak bisa menahan air liur nya karena dia mengira buah kol itu sangat enak. Lalu monyet pun benar-benar menukar nya dengan seruling nya kura-kura. "Kuharap kamu dapat menikmati buah kol itu monyet, aku akan pergi sekarang, daah!". Setelah kura-kura pergi, monyet pun bergesa-gesa membuka sayur kol tersebut.
Monyet membuka dari 1 helai ke helai yang lainnya, semakin kecil sayur kol itu, dia masih bingung kenapa sayur itu tidak menampakkan isinya, setelah helai nya habis, monyet pun sadar bahwa dia telah ditipu balik oleh kura-kura. Tiba-tiba dari balik pohon kura-kura tertawa terbahak-bahak, "Ahahahahahah, Sayur kol dikira buah?! Ahahaha kau sangat bodoh monyet! hahahah". Monyet pun lari dari satu pohon ke pohon lainnya dengan tersipu malu.
Selesai :D
Comments
Post a Comment